Pendekatan, Strategi, Metode, dan Teknik Pembelajaran yang Diterapkan Sebagai Scafforlding pada ZPD

 

Nama :Ifma Putri Wulandari

NIM : 250211105054

Aksi Nyata Topik 5

Perspektif sosiokultural dalam Pendidikan Indonesia

 

Pendekatan, Strategi, Metode, dan Teknik Pembelajaran yang Diterapkan Sebagai Scafforlding pada ZPD


Mulai dari Diri

Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?

Hal yang saya ketahui sebelum mempelajar tentang topik ini adalah saya akan merancang dan memodisikasi materi ajar yang disesuaikan dengan pendekatan, strategi, metode, teknik, yang nantinya diterapkan sebagai scaffolding pada ZPD dengan pertimbangan aspek aspek yang dimiliki oleh peserta didik seperti aspek sosial, ekonomi, budaya. Sehingga nantinya akan menjadi suatu bantuan untuk peserta didik dalam memahami materi dengan lebih mudah dan dapat memiliki dampak yang positif untuk pendidikan di indonesia di masa mendatang

 

Ekplorasi Konsep

Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini?

Selama kegiatan eksplorasi konsep, saya mendapatkan tambahan pengetahuan tentang pendekatan pembelajaran, strategi, teknik, dan teknik  yang digunakan untuk scaffold Zone of Proximal Development (ZPD). Penerapan unsur-unsur tersebut dapat memberikan dampak positif dalam proses belajar mengajar. Dengan menerapkan pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran terapan, guru dapat memberikan dukungan yang lebih individual dan disesuaikan dengan kebutuhan setiap siswa. Tujuannya adalah untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan dan efektif. Dengan menggunakan metode pembelajaran ini, guru dapat merancang kegiatan-kegiatan menantang yang  sesuai dengan kemampuan siswa dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi lebih aktif. Lebih lanjut, proses pembelajaran yang berkesinambungan diharapkan dapat menumbuhkan partisipasi aktif dan keterlibatan siswa dalam keseluruhan rangkaian pembelajaran. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang kebutuhan siswa dan kemampuan guru dalam merancang pengalaman belajar yang tepat adalah kunci  penerapan pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran scaffolded di ZPD. Apa yang telah saya pelajari memungkinkan saya berpikir tentang bagaimana menerapkan teori yang telah saya pelajari pada tindakan saya di masa depan.

 

Ruang Kolaborasi

Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi?

Di ruang kolaborasi, saya dan anggota kelompok  lain akan belajar menyusun zone of proximal development (ZPD), dengan mempertimbangkan faktor sosial, budaya, sosial, budaya, dan lingkungan. Kami mendiskusikan pandangan masing-masing anggota tentang pentingnya mempertimbangkan pendekatan, strategi, metode, dan teknik.dalam berbagai perspektif sosioal ekonomi politik  Tujuan dari diskusi ini adalah untuk mengetahui dampak scaffolding terhadap kualitas pendidikan di Indonesia. Melalui kegiatan ini, kami mampu menyatukan berbagai ide dan mencari solusi atas permasalahan yang ada dan akan kami hadapi di kelas masing-masing.

 

Demonstrasi Kontekstual

Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?

Konteks dalam kegiatan demonstrasi, saya dan rekan-rekan mempresentasikan hasil diskusi yang berlangsung di ruang kolaborasi. Kelompok lain memberikan jawaban dan pertanyaan yang memperdalam penerapan perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam kegiatan pembelajaran, sehingga memperdalam pemahaman Anda terhadap materi..

 

Elaborasi Pemahaman

Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini?

Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai ?

Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?

 Pada topik kali ini kami telah mendalami pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang dijadikan scaffold Zone of Proximal Development (ZPD). Pemahaman saya terhadap topik ini akhir-akhir ini menjadi perhatian saya bahwa penerapannya dapat memberikan dampak positif terhadap proses belajar mengajar. Berdasarkan pemahaman tersebut, saya tertarik untuk mendalami lebih jauh permasalahan evaluasi terkait efektivitas penerapan pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran scaffolded di ZPD.

 

Koneksi antar Materi

Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain?

Koneksi antara Mata Kuliah Perspektif Sosiokultural yang Meliputi Scalpfolding dan ZPD  dengan mata kuliah lain yaitu:

a.     Hubungannya dengan Prinsip Mata Kuliah 1 untuk Pengajaran dan Penilaian yang Efektif? Penggunaan penilaian diagnostik untuk menentukan kebutuhan pembelajaran dan pengetahuan awal siswa pemula sehingga dapat tercipta penilaian tertentu.

b.     Keterkaitan dengan Filosofi Pendidikan Indonesia dengan memberi dukungan (scaffolding) berupa membimbing peserta didik mencapai kebahagiaan dan rasa aman yang setinggi-tingginya melalui suatu sistem hubungan interpersonal, sesuai kodrat alam dan kodrat zaman

c.     Hubungan dengan PPL yaitu penerapan untuk sepenuhnya menguasai dan mengintegrasikan berbagai strategi, pendekatan, metode dan teknik ke dalam situasi kehidupan nyata dengan siswa dari latar belakang yang berbeda.

d.     Hubungan dengan perspektif sosiokultural itu sendiri adalah ZPD, yaitu perancah penerapan strategi, pendekatan, metode dan teknik dalam pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, sehingga dapat beradaptasi dengan situasi pembelajaran.

e.     Terkait dengan mata kuliah pemahaman peserta didik dan pembelajarannya, guru perlu melalukan profiling pada siswa untuk mengidentifikasi potensi, minat, dan bakatnya. Selain itu, kami memberikan dukungan (scaffolding) untuk memperkaya gaya belajar yang disesuaikan dengan karakteristik siswa.

 

Aksi Nyata

Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru?

Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya?

Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal?

 

Pengalaman belajar yang saya peroleh selama ini sangat berkontribusi terhadap upaya saya untuk menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan tingkat kesiapan, kebutuhan, dan karakteristik siswa saya, dengan mempertimbangkan perspektif sosiokultural. Ketika saya menilai kesiapan  saya pada angka 7, saya menyadari bahwa saya tidak akan dapat menerapkan pemahaman saya terhadap materi secara penuh dan sempurna. Untuk memanfaatkan materi ini dengan lebih baik, menurut saya perlu dilakukan pengamatan lebih dalam terhadap karakteristik siswa, mempersiapkan  media pembelajaran yang lebih tepat, dan mempunyai keinginan untuk belajar  lebih dalam.

Comments

Popular posts from this blog

AKSI NYATA - PERSPEKTIF SOSIOKULTURAL DALAM PENDIDIKAN INDONESIA

PEMBELAJARAN ZONE OF PROXIMAL DEVELOPMENT (ZPD)